
Nurhasanah, S.Ag. M.Hum
Seloko adat Jambi adalah ungkapan yang mengandung pesan, amanat petuah, atau nasehat yang bernilai etik dan moral, serta sebagai alat pemaksa dan pengawas norma-norma masyarakat agar selalu dipatuhi. Isi ungkapan seloko adat Jambi meliputi peraturan bertingkah iaku dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya dan kaidah-kaidah hukum atau norma-norma, senantiasa ditaati dan dihormati oleh masyarakatnya karena mempunyai sangsi. Ungkapan-ungkapan Seloko adat Jambi dapat berupa peribahasa, pantun atau pepatah petitih. Seloko adat Jambi tidak hanya sekedar peribahasa, pepatah-petitih atau pantun-pantun, lebih dalam lagi seloko adat Jambi merupakan pandangan hidup atau pandangan dunia yang mendasari seluruh kebudayaan Jambi. Seloko adat Jambi sebagai suatu filsafat yang dirumuskan secara eksplisit dalam peribahasa, pepatah-petatah atau pantun-pantun tetapi masih bersifat implisit yang tersembunyi dalam
fenomena kehidupan masyarakat Jambi. Seloko adat Jambi adalah sarana masyarakatnya merefleksikan diri akan hakikat kebudayaan, pemahaman mendasar dari pesan, dan tujuan dari sebuah kebudayaan.
Penulisan tesis bertujuan untuk penelitian guna memperoleh pemahaman filosofis akan makna simbolik yang ada pada seloko adat Jambi. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah membuktikan bahwa seloko adat Jambi memiliki esensi yang berasal dari pandangan hidup dan nilai religius masyarakatnya. Dan untuk melakukan reinterpretasi terhadap makna seloko adat Jambi sehingga memunculkan pemahaman kritis terhadap seloko adat Jambi.
Data penelitian ini berupa seloko hukum adat Jambi, seloko adat perkawinan Jambi, dan seloko aturan hidup. Dari data tersebut ditekankan fenomena-fenomena sentral bagi seloko adat Jambi yang relevan bagi penelitian tilosofis. Untuk menggali pemahaman filosofis akan makna simbolik seloko adat Jambi digunakan metode deskripsi, hermeneutik Paul Ricoeur, dan metode kritis rcfleksi f. Seloko adat Jambi
sebagai ekspresi berinakna Banda yaitu tidak terbatas pada struktur naratif yang tersurat tetapi pada dimensidimensi yang tersirat. Teks-teks seloko adat Jambi tidak hanya dimengerti secara ha.rtiah tetapi hares ditafsirkan secara simbolik dan metafisik. 'fujuannya adalah untuk mencari makna yang hendak disampaikan lewat teks tersebut benppa konsepsi filosofis (konsepsi paling dasariah mengenai hakikat manusia, dunia,
dan Tuuan). I)cngan kata lain di dalam makna hartiah atau literal. primer yang secara langsung ditunjukkan.
Bersamaan dengan itu ditunjukkan puta makna lain yang tidak langsung, sekunder, kiasan dan hanya dapat dipahami berdasarkan makna yang pertama. untuk menungkapkan makna simbol-simbol yang terkandung didalamnya diperlukan proses interpretasi. Melalui analisis ini dapat dilihat ekspresi simbolik dari seloko adat .iambi. Yaitu aspek religiositas, etika, dan siklus kehidupan. Pemahaman tenting seloko adat Jambi
bukan konteks budaya asli, melainkan menafsirkan manusia dalam sebuah teks.








