Kemajuan suatu daerah menurut Hj. Yusniana Hasan Basri selaku Penasehat Organisasi Wanita Provinsi Jambi tergantung sosok pemimpin. Selain itu, harus mengedepankan kebersamaan untuk mencapai kesuksesan. “Saya yakin dan percaya, maju tidaknya Kabupaten Tebo ini tergantung pimpinan, dengan seni dan gaya tersendiri,” ujar Hj. Yusniana.
Dijelaskan Hj Yusniana, kebersamaan merupakan hal penting yang harus dijaga. Upaya mewujudkan kekompakan para Istri Walikota, Bupati, Wakil Bupati, Istri Sekda dan lainnya menjadi keharusan. ”Sekarang selaku Ketua Tim Penggerak PKK saya mengajak seluruh Ibu Bupati, Ibu Wakil Bupati, dan Ibu Sekda mengadakan semacam arisan di Provinsi Jambi. Semula dilaksanakan di Kota Jambi dan bulan ini di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tujuan saya adalah menanamkan rasa kebersamaan, kalau kita buat kotak-kotak tentunya kaum perempuan yang kita pimpin akan kehilangan arah,” tegasnya.
Selanjutnya dalam sambutannya Hj.Yusniana menyampaikan, Pelantikan Bunda PAUD dan IGTKI memiliki makna strategis yang berimplikasi pada kehidupan generasi penerus. Hal ini disebabkan anak merupakan aset yang menentukan bagi kelangsungan hidup, kualitas dan daya saing suatu bangsa di masa mendatang.
Dikatakannya, tahun-tahun pertama kehidupan manusia merupakan periode yang sangat penting dan kritis. Keberhasilan di tahun-tahun pertama akan sangat menentukan masa depan anak dan generasi penerus. Kelainan atau penyimpangan apapun terhadap anak kalau tidak diintervensi secara dini dengan baik, akan memberikan dampak negatif terhadap kualitas sumber daya manusia di kemudian hari.
Hj. Yusniana mengingatkan, anak perlu dikondisikan agar tumbuh dan berkembang secara optimal dan harus mendapat pendidikan sebaik mungkin, agar di masa depan dapat menjadi generasi penerus yang berkarakter serta berkepribadian dengan segala keunggulan untuk menatap tantangan di masa depan.
Merujuk pada istilah yang sangat popular Hj. Yusniana menyampaikan “The Golden Age” masa emas dalam perkembangan hidup manusia. Masa itu sel otak siap untuk distimulasi agar kecerdasan seseorang dapat berkembang secara optimal dikemudian hari. Dalam berbagai rujukan dari hasil penelitian bahwa kecerdasan anak usia 0-4 tahun terbangun 50 persen dari total kecerdasan yang akan dicapai pada usia 18 tahun. Bahwa bila pada usia tersebut anak tidak mendapat rangsangan yang maksimal maka potensi yang dimiliki tidak akan teraktualisasikan secara optimal.
Kepada segenap jajaran Bunda PAUD dan IGTKI di Kabupaten Tebo Hj. Yusniana berharap dapat bersinergi untuk mencapai tugas mulia, “Janganlah acara yang kita laksanakan ini dijadikan simbol belaka, akan tetapi hendaknya juga mampu diiringi dengan kerja keras, kerja nyata, untuk mempersiapkan generasi yang berdaya saing dan memiliki keunggulan yang dilandasi dengan kearifan lokal yag ada di Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung,” kata Ketua TP PKK Provinsi Jambi.
Sementara terkait dengan kedudukan dan peran wanita dalam pembangunan Hj. Yusniana menyampaikan, “Kaum wanita tidak boleh tertinggal, Saya berkeyakinan manakala perempuan mempunyai kualitas hidup yang optimal, maka perempuan akan dapat bekerjasama dengan baik sebagai mitra sejajar laki-laki dalam pembangunan, sebaliknya manakala perempuan dibiarkan tidak berdaya atau kualitas hidupnya dibiarkan rendah maka perempuan akan menjadi beban pembangunan sehingga pembangunan akan terhambat,” kata Hj. Yusniana.
Sebelumnya dalam sambutan Ketua Dharma Wanita Provinsi Jambi Ir. Dewi Syahrasaddin, MP, menyampaikan keyakinannya dibawah kepemimpinan Hj. Arida Noor Setyo Budi mampu membawa organisasi kearah yang lebih baik namun keberhasilan sangat ditentukan oleh karakteristik pemimpin,” Berhasil tidaknya sebuah organisasi tergantung pada pola, gaya, dan strategi pemimpin yang bersangkutan dalam mendayagunakan semua sumber daya yang ada, agar mencapai hasil kerja yang optimal,” ujar Istri Sekda Provinsi Jambi. (humasprov)








