JAMBI, JG: Siswa-siswi SMAN 1 Kota Jambi antusias mengikuti safari jurnalistik PWI Cabang Jambi tentang pelatihan dasar jurnalistik, Rabu, 10 Agustus 2011. ''Berita ada fakta,'' kata salah seorang siswa laki-laki ketika diminta memebrikan komentar apa itu berita oleh Eso Pamenen dari Tribun Jambi selaku nara sumber. Eso Pamenan menjelaskan teknik dasar pembuatan berita yaitu 5 W dan 1 H. Yaitu, wahat, where, when, who, why plus how. Sekertaris PWI Jambi Bussyafrizal SH selaku nara sumber tentang kode etik jurnalistik memaparkan apa saja isi dari kode etik jurnalistik. ''Wartawan tidak senaknya membikin berita. Wartwan tidak boleh menyalahgunakan profesi dan tidak tidak dibenarkan menerima suap,'' kata Bussyafrizal. ''Ada media yang dengan tegas melarang wartawan menerima amplop. Jika menerima maka diserahkan ke media-nya dan dikembalikan kepada pihak yang memberikan amplop,'' sebut Bussyafrizal.
DItambahkan Bussyafrizal, wartawan memiliki hak tolak dan baru bisa dibuka di persidangan alias di muka pengadilan. ''Wartawan wajib meralat berita yang salah, wartawan tidak super body,'' sebutnya.
Kepala SMAN 1 Kota Jambi, Nurhamidhadi berharap safari jurnalistik tentang pendidikan dasar jurnalistik bisa menjadi dasar bagi siswa yang bemrinat mengegluti profesi wartawan. ''Bisa untuk pembuatan buletin sekolah dan untuk menekuni dunia pers ke depan,'' kata Nurhamid Hadi. Hadir pada acara itu Pimpinan Redaksi Tribun Hasanah Samhudi, Wakil Ketua PWI Jambi Kasrianto, Maas SH, Sabar dan Ucok Panangaran (PWI). (kasrianto/JG)




