JAMBI, JG: Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Jambi angkatan II berhasil meluluskan 43 wartawan dari 49 wartawan dan empat humas pemerintah kabupaten/kota. Pendidikan dan latihan (Diklat) jurnalistik itu diikuti oleh wartawan dari berbagai media massa di kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi yang dilaksanakan 16-23 Januari 2012.
‘’Sebanyak 43 peserta SJI Jambi dinyatakan lulus. Ada diantara 43 wartawan itu yang dinyatakan lulus,’’ kata Kepala SJI Jambi, Kasrianto pada penutupan SJI Jambi angkatan II, 23 Januari 2012 di Badan Diklat Provinsi Jambi.
Program SJI Jambi angkatan II, jelas Kasrianto, diikuti secara antusias oleh para wartawan dan didukung penuh para pimpinan media di Provinsi Jambi. Terlihat dari banyaknya peserta SJI yang bahkan melebihi kuota yang seyogyanya maksimal 40 orang.
‘’Pesertanya membludak menjadi lebih dari 50 orang. SJI angkatan II ini disambut antusias oleh para wartawan dan pimpinan media yang berkenan mengizinkan wartawan untuk ikut Diklat jurnalistik SJI,’’ kata Kasrianto yang juga anggota KPU Provinsi Jambi ini.
Peserta SJI, lanjut kandidat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat ini, syaratnya harus dibebaskan dari tugas keseharian wartawan. Sebab, Diklat jurnalistik ini dilakukan dari pukul 8.00 wib sampai pukul 23.00 wib. Peserta diinapkan di Badan Diklat Provinsi Jambi. Ditambahkan Kasrianto, SJI angkatan II dananya dibantu sepenuhnya oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus. ‘’Dana SJI ini dibantu penuh oleh Bapak Gubernur Jambi Hasan Basri Agus. Kita ucapkan terima kasih kepada beliau,’’ kata Kasrianto.
Pengajar SJI jelasnya, berasal dari tokoh pers tingkat nasional dan bahkan tingkat internasional. Seperti, Saur Hutabarat (Dewan Redaksi Metro TV), Sabam Siagian (The Jakarta Post mantan Dubes RI untuk Australia), Uni Lubis, Wina Armada (Dewan Pers), Atal S Depari (PWI), TD Asmadi. Pengajar lainnya yaitu Tjipta Lesmana, Wikrama Abidin, Henry Ch Bangun. ‘’Kami sangat merasakan manfaat SJI ini. Pengajarnya adalah tokoh pers tingkat nasional dan internasional,’’ kata Abdul Qodir, Ketua Kelas SJI Jambi Angkatan II pada waktu menyampaikan pesan dan kesan pada penutupan SJI.
Ketua Umum Yayasan SJI Pusat, Marah Sakti Siregar mengatakan, kurikulum SJI mengadopsi standar pendidikan jurnalistik tingkat internasional yaitu UNESCO. ‘’Standar SJI ini memakai standar UNESCO. Tenaga pengajar berasal dari tokoh poers nasional yang memiliki komitmen dalam pengembangan dan pendidikan wartawan,’’ kata Marah Sakti pada saat pentupan SJI Jambi angkatan II.
Ketua PWI Cabang Jambi Mursyid Sonsang mengatakan, kelulusan siswa SJI penilaiannya dilakukan secara fair. ‘’Tidak ada rekayasa dalam penilaian. Kita lakukan penilaian secara fair. Para siswa mengikuti SJI ini secara antusias dan penuh semangat,’’ kata Mursyid. (desmon heryanto/JG)




