JAMBI, JG: Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus, menyatakan akan menjawab tantangan dari pemerintah pusat dengan bekerja keras agar tidak terjepit diantara dua propinsi yaitu Sumatera Selatan dan Riau. Pernyataan ini disampaikannya saat ditemui wartawan Antara TV, Selasa (14/2) bertempat di ruang kerjanya di Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Gubernur Jambi menyatakan bahwa pemerintah pusat memberikan tantangan apakah Jambi mau bangkit atau terjepit oleh dua provinsi besar. Padahal, Jambi memiliki sumber daya alam (SDA) yang besar. Pemerintah Provinsi Jambi akan bekerja keras dengan melakukan langkah-langkah cerdas mengejar ketertinggalan tersebut.“Jika dibandingkan dengan dua provinsi tersebut yang memililki APBD yang sangat besar dimana Jambi hanya Rp 1,9 trilyun. Artinya, jika Jambi ingin mengejar ketertinggalan atau menyamai kedua propinsi tersebut maka dibutuhkan kemauan, kerja keras, dan pemikiran yang cerdas serta kesiagaan. Namun Jambi membutuhkan bantuan pemerintah pusat untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” sebut Gubernur.
Gubernur mengaku pihaknya akan memaksimalkan potensi Sumber Daya Alam yang ada dan membangun sarana dan prasarana pendukungnya diantaranya infrastruktur jalan dan pelabuhan Ujung Jabung. “Kita akan maksimalkan potesi SDA kita. Kita punya minyak bumi, gas, batubara, biji besi, batu gamping, karet dan kelapa sawit yang berpotensi cukup lumayan. Untuk itu dibutuhkan kerja keras adanya kemauan selain sisi lain bantuan pemerintah pusat,” ujarnya.
Gubernur juga menyebutkan ekadnya meweujdukan Jambi Emas 2015 yaitu Jambi ekonomi maju, aman, adil dan sejahtera 2015. “Dari hasil di lapangan kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat adalah infrastruktur jalan, listrik, air minum. Untuk itu visi utama kita lima tahun mendatang sampai 2015 adalah bagaimana memenuhi kebutuhan akan infrastruktur, bahkan ada salah satu daerah yang mengatakan bahwa mereka memiliki segalanya, namun mereka membutuhkan jalan untuk memasarkanyam karena kondisi jalan yang ada di Jambi hanya 31% yang bagus. Untuk itu kondisi ini sebenarnya menjadi tantangan bagi pemerintah provinsi Jambi dimana kami diminta untuk menyaingi dua provinsi tersebut, tetapi kami memiliki keterbatasan dalam kondisi jalan di wilayah kita yang belum memadai,” jelasnya.
Gubernur juga menjelaskan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun pelabuhan Ujung Jabung. “Pelabuhan Samudera Ujung Jabung tidak ada tawar menawar, Jambi termasuk koridor pembangungan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3E) 2011-2025. Jika pelabuhan dan bandara, juga jalan telah selesai maka dengan sendirinya Jambi akan berkembang. Tugas kami sebagai pemerintah daerah adalah mempercepat pembangunan di provinsi Jambi dan kabupaten/kota ke jalur koridor itu,” kata HBA.
Masalah kendaraan batu bara yang merusak jalan, Gubernur menjelaskan bahwa hal ini menjadi masalah bagi pemerintah. Saat ini berupaya membangun jalan khusus bagi kendaraan batu bara. “Itu masalah kita adalah membangun jalan khusus, sekarang masih dalam proses. Kita tidak mungkin menghentikan perusahaan ini secara besar-besaran sehinga mereka tidak bisa produksi karena banyak pekerja yang diserap disana, dan banyak menggeliatkan ekonomi. Untuk itu kita menghimbau untuk membatasi tonase, pemerintah juga hasrus sudah berpikir meningkatkan tonase jalan ini seperti di Jawa, untuk 20 atau 30 ton, di sisi lain juga mendorong mereka membangun jalan khusus” ungkapnya. (humasprov)








