Jambiglobal.com - Jambi, Kejahatan di angkutan umum kota (angkot) seperti pemerkosaan akhir-akhir ini marak dibicarakan, hal ini dikarenakan meningkatnya kasus kasus tersebut pada tahun 2011, kasus inipun akan tetap menghantui warga khususnya warga ibu kota.
Seperti yang dikutip dari detik.com untuk kasus perkosaan di tahun 2012 ini, diprediksi tetap ada, tergantung bagaimana antisipasinya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.
Semenjak maraknya kasus-kasus kejahatan tersebut sampai berimbas terhadap penurunan pengguna angkot di daerah-daerah, menurut Arya, salah seorang sopir angkot jurusan telanaipura menuju terminal kota Jambi “adanya penurunan penumpang semenjak banyak kasus-kasus pemerkosaan dibicarakan dimedia masa” hal ini dikarenakan karena angkot yang dikemudikan masih menempel beberapa spanduk/iklan yang menutupi bagian belakang kaca.
Untuk mengantisipasi kejahatan ini harus dilakaukan secara bersanaa dengan berbagai elemen terkait, mulai dari masyarakat hingga Dinas Perhubungan (Dshub), serta aparat kepolisian.
Dengan memberkalukan beberapa peraturan yaitu penggunaan seragam sopir angkot dan id sebagai tanda pengenal,serta penertiban angkutan umum harus lebih ketat.
Selain itu, masyarakat pengguna angkot juga harus selektif dalam memilih transportasi. Masyarakat dihimbau untuk memilih angkot yang berkaca terang dan sesuai trayek.
Peraturan-peraturan mengenai penertiban angkot sudah mulai dilakukan di ibukota, seyogyanya kita sebagai masyarakat daerah prov jambi juga ikut dalam mendukung dan berpartisipasi dalam mencontoh kebijakan positif (Perial/Benny).








