“Rumah Sakit Umum (RSU) Raden Mattaher Jambi merupakan rumah sakit pertama kali di Indonesia yang melaksanakan Workshop Akreditasi Baru Rumah Sakit. Diharapkan setelah ini semakin menambah wawasan dan pengalaman dari sumberdaya manusia di RSU Raden Mattaher Jambi, untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat ke depan,” kata Gubernur.
Dikaakan Gubernur, untuk mewujudkan pelayanan prima di RSU Raden Mattaher Jambi, secara bertahap terus dilakukan perbaikan dan penambahan berbagai fasilitas. Pemerintah Provinsi Jambi tahun 2012 ini telah mendapat bantuan dana dari pusat disamping dana dari Provinsi Jambi. Sehingga tahun 2015, RSU Raden Mattaher Jambi bisa memberikan pelayanan kepada 1000 pasien (tempat tidur), sementara ini yang tersedia baru 360 tempat tidur.
Ditambahkan Direktur Utama RSU Raden mattaher Jambi yang ikut mendamping Gubernur, bahwa mulai tahun 2012 ini sudah mulai membangun 240 tempat tidur untuk kelas tiga. Sembilan kamar operasi standar intetrnasional, 24 Intensive Care Unit (ICU). Pada tahun 2013 akan dibangun 360 tempat tidur. Sehingga pada tahun 2013 akan tersedia 600 tempat tidur kelas tiga yang dibangun melalui APBN. Untuk itu dana yang dibutuhkan sekitar Rp 75 milyar, disamping itu juga akan dibangun ruang VIP sekitar 200 kamar, masing-masing untuk kelas satu 100 dan kelas dua 100 kamar.
Tahun ini pembahasan anggaran dilaksanakan tanggal 17 Maret mendatang untuk pembangunan sembilan kamar operasi, 12-24 ruang ICU, dan 240 tempat tidur.
Gubernur juga menyampaikan bahwa pada dasarnya tidak banyak yang diharapkan pasien dan masyarakat terhadap pelayanan rumkit. Mereka mengharapkan pelayanan yang terjangkau, manusiawi dan menyembuhkan. Karenanya dengan akreditasi rumah sakit ini diharapkan dapat dijadikan sebagai alat menjaga mutu pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan. Hal inilah yang mendasari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) untuk melaksanakan workshop standar baru untuk akreditasi rumah sakit yang akan dipakai mulai tahun 2012.
Menurut Gubernur, pedoman baru ini berdasarkan pada standar akreditasi rumah sakit dari joint committee Internasional (JCI), yang secara luas diterima di dunia. Standar baru akreditasi rumah sakit ini, tidak lagi berdasarkan 16 unit atau satuan kerja yang ada di rumkit, namun dibagi menjadi dua kelompok standard an dua kelompok sasaran. Dimana kelompok standar berfokus pada pasien dan manajemen rumkit, sementyara kelompok sasaran berfokus pada kesehatan pasien dan millennium development goals (MDGs).
Karenanya Gubernur menyambut baik diselenggarakannya workshop ini, disamping dalam rangka memastikan pencapaian visi RSUD Raden Mattaher untuk menjadi rumah sakit pusat rujukan dengan pelayanan prima dan rumah sakit pendidikan yang berkualitas, tentu saja juga dalam rangka meningkatkan standar pelayanan yang diberikan, sehingga RSUD Raden Mattaher Jambi ini benar-benar menjadi tujuan berobat bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan perolehan pelayanan yang baik dan aman.
Selain itu disampaikan Gubernur, melalui akreditasi, kedepan rumah sakit dalam memberikan pelayanan lebih berorientasi pada pasien dan keluarga, menghormati hak-hak pasein, dan melibatkan pasien dalam proses perawatan sebagai mitra. Untuk itu, kedepan RSUD Rasden Mattaher harus mampu meningkatkan kepercayaan publik, bahwa rumah sakit ini telah melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, menyediakan lingkungan kerja yang aman dan efisien yang memberikan kontribusi terhadap kepuasan karyawan, dan membangun kepemimpinan kolaboratif yang menetapkan prioritas pada kualitas dan keselamatan pasien di semua tingkatan, jelas Gubernur.
Sedangkan Dr.dr.Sutoto, M. Kes, Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit dari Kementerian Kesehatan RI, dalam arahannya menyampaikan, bahwa akreditasi merupakan kewajiban bagi setiap rumah sakit, yang bertujuan agar rumkit dapat memberikan pelayanan yang lebih bermutu, lebih aman, dan standard akreditasi baru (versi 2012) yang diworshopkan akan dimulai tahun 2012 ini, jelasnya.
RSUD Raden Mattaher Jambi merupakan pelaksana workshop versi 2012 yang pertama dari seluruh Provinsi di Indonesia, dan merupakan pelopor akreditasi, karena telah lulus 16 layanan, ini merupakan kelulusan tertinggi untuk akreditasi, dan untuk masuk versi 2012 ini RSUD Raden Mattaher sudah 60-70 persen, tinggal bagaimana mengimplementasikan dan meruabah paradikma pada akreditasi, dengan tujuan mendorong para pemilik rumkit dan provider rumkit ager dapat memberikan pelayanan yang bermutu, dan menekankan kepada keselamatan pasien. Karena pada standar akreditasi nasional fokusnya adalah mutu dan keselamatan pasien. Meningkatkan kepercayaan dan pengakuan dari masyarakat, dan salah satu dari standar akreditasi baru adalah adanya program MDGs, ujarnya.
Sebelumnya Direktur Utama RSUD Raden Mattaher Dr.H. Ali Imran Mukhsin, Sp.PD, dalam laporannya menyampaikan, bahwa maksud dilaksanakannya workshop ini adalah, memebrikan pemahaman dan acuan kepada seluruh pegawai RSUD Raden Mattaher Jambi tentang implementasi akreditasi versi 2012 yang mengacu pada JCI.
Sedangkan tujuannya adalah, untuk meningkatkan mutu pelayanan serta terciptanya perubahan pola piker dan budaya dalam rumahs akit yang menjadikan pasien sebagai focus utama, dengan kata lain pasien tidak hanya menjadi pihak yang menerima layanan, tetapi juga menjadi bagian dari rencana pengobatannya.
Workshop ini dilaksanakan selama dua hari (13-14 Februari 2012), diikuti oleh 85 orang peserta, yang terdiri dari utusan istalasi, ruangan, kelompok staf medical fungsional (KSMF), dan pejabat serta staf struktural, dengan narasumber tim KARS Kementerian Kesehatan RI, yang terdiri dari ; DR.dr. Sutoto, M. Kes, DR. Luwiharsi, M. SC, DR. Nico A. Lumenta, K.NEFRO, dan DR. Joti Atmodjo, SP.A. (humasprov)



