Kerinci,JG : Warga Kecamatan Air Hangat, Selasa 16 Agustus keluhkan layanan BRI cabang Semurup yang dinilai kurang optimal melayani pelanggan, terutama di bulan ramadhan. Hal ini dikarenakan sampai pada pukul 8.30 pihak Bank tidak menerima transaksi dari pelanggan, baik yang akan menyetor, menarik maupun transfer uang.
Sementara transaksi yang diproses, adalah slip yang dimasukkan warga sejak pukul 07.30 hingga pukul 08.30, selebihnya tidak diproses. Ungkap salah seoarang,"Saya datang ke Bank pukul 9, waktu menyodorkan slip ke teller langsung ditolak karena masih banyak slip yang belum diproses dan disarankan datang kembali pada pukul satu siang, saya coba menitipkan ke teller, tapi tetap ditolak." Ujar Eka, warga Semurup.
Pantauan jambiglobal, hingga pukul 8.30 lebih 50 warga sudah memadati BRI cabang Semurup untuk melakukan transaksi. Karena banyaknya masyarakat yang datang, kemungkinan akan akan dekatnya lebaran pihak Bank terpaksa tidak menerima slip lain karena takut tidak terlayani. Sebagai gantinya, pihak Bank menganjurkan pelanngan untuk kembali ke Bank pada pukul 1 siang, itupun hanya dilayani selama satu jam, pada pukul 2 siang kembali tutup karena ramadhan.
Akibatnya, beberapa pelanggan terpaksa ke BRI Cabang Siulak untuk melakukan transaksi karena lebih sepi. "Apa boleh buat, saya terpaksa ke BRI siulak yang lokasinya lebih jauh karena transaksi ini penting sekali dan harus dilakukan sebelum siang." Ujar Arya, warga Belui yang terlihat kecewa.
Sementara itu, beberapa warga lainnya menyayangkan sikap BRI yang tak kunjung berbenah dan meningkatkan pelayanan kepada nasabah. "Seharusnya BRI Semurup sudah mempunyai anjungan tunai mandiri agar nasabah yang ingin menarik uang tidak ikut antri di teller, dan
sedapat mungkin BRI menambah Teller, ya setidaknya Empat orang lah," ujar Anton, warga Kemantan.
Menurut hemat Anton, nasabah BRI semurup lebih banyak karena melayani warga dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Air Hangat, Air Hangat Timur dan Depati Tujuh. "Seharusnya ada penambahan unit BRI lagi di setiap Kecamatan baru, sehingga tidak terjadi penumpukan Nasabah seperti sekarang. Jika tidak ditambah, jalan satu-satunya BRI harus menambah Teller dan menyedian ATM, kalau begini kan Nasabah yang dirugikan," tambah Anton.(tomi/jg)






