JAMBI, JG: Momentum Hari Pers Nasional (HPN ke 27 di Provinsi Jambi tahun 2012 yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki makna tersendiri dalam penegakan hukumm pers di tanah air. Ketua Dewan Pers Indonesia, Bagir Manan dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo menandatangani perjanjian kerjasama tentang Koordinasi dalam Penegakan Hukum dan Perlindungan Kemerdekaan Pers. Bagir Manan dalam pidato sebelum penandatanganan kerjasama, mengatakan, diharapkan adanya koordinasi dalam penegakan hukum pers berkaitan dengan karya jurnalistik. Ketua Umum PWI Pusat Margiono yang juga Ketua Pelaksana HPN ke 27 tahun 2012 mengatakan, kerjasama dewan pers dan Polri dalam penegakan hukum pers jika ada persoalan berkaitan dengan karya jurnalistik agar ditempuh memalui hukum pers. Dicontohkannya, jika ada berita yang tidak berimbang maka pihak yang merasa dirugikan bisa menggunakan hak jawab atau hak koreksi ke media. Namun jika wartawan melakukan pemerasan silahkan diproses melalui pidana umum.
Pada kesempatan hai puncak HPN ke 27 itu juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Peningkatan Profesionalisme Wartawan melalui Pendidikan oleh Ketua PWI Pusat dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhammad Nuh. Ketua Umum PWI Pusat juga menandatangani kerjasama dengan Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, Dirut Bank Rakyat Indonesia, Direktur Trans Corp, Dirut PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk, Dirut PT Astra Internasional, Tbk, Dirut Perusahaan Gas Negara (Persero), Dirut PT Garuda Indonesia, Tbk, dan Wakil Presiden Direktur Yayasan Artha Graha Peduli.
Dalam acara puncak HPN itu diberikan penghargaan Adi Negoro, yakni penghargaan terhadap karya jurnalis. Penghargaan tersebut yakni bidang jurnalistik foto kepada Muhammad Agung Rajasa dari LKBN Antara, berjudul “Razia PMKS”. Bidang Karikatur kepada Jitet Kustana dari Harian Kompas, berjudul “Asing”. Bidang Tajuk Rencana/Editorial : Harian Suara Pembaruan berjudul “Sumber Korupsi” oleh Primus Dorimulu. Bidang Jurnalistik video : Kompas TV berjudul Menggarami Lautan Garam oleh Harfin Naqsbandy. Selain itu, Ketua PWI Pusat memberi penghargaan Medali Emas Kemerdekaan Pers kepada Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, atas konsistensi dalam mendukung kemerdekaan pers, Medali Emas Spirit Jurnalistik kepada Atmakusumah Astraatmadja, yang walaupun di usia senja masih tetap produktif menghasilkan karya jurnalistik, Medali Emas Persaudaraan Pers kepada Sekretaris Jenderal Koran Nihon Shinbun Kyokai (NSK) Akira Kawashima, serta Press Card Number One kepada Astrid Soerjo dan Suryopratomo. (desmon heryanto)








