Kerinci, JG - Setelah satu bulan penuh umat muslim menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, tibalah satu Syawal umat muslim merayakan lebaran Idul Fitri. Pelaksanaan sholat Ied mulai dari pelosok desa hingga pusat kota, masyarakat berduyun-duyun menuju masjid guna melaksanakan sholat ied. Begitulah situasi yang terlihat di Masjid Aljihad Desa Koto Majidin.
Dalam ceramahnya Khatib Drs Horison mengajak jamaah untuk lebih meningkatkan rasa solidaritas sesama umat muslim, dengan berkunjung ke rumah sanak famili, selain itu makna dari idul fitri bukan hanya perayaan namun lebih kepada kebersamaan berbagi kebahagiaan yang harus dirasakan oleh elemen seluruh dunia. “Untuk menyempurnakan Idul Fitri, kita dianjurkan berkunjung sesama muslim untuk saling memaafkan,” ujarnya.
Lebih lanjut Khatib Drs Horison juga menghimbau kepada umat muslim untuk membayar zakat fitrah, dengan membayar zakat fitrah kita telah membantu masyarakat kita yang terhimpit kesulitan ekonomi jauh dari kesetaraan sosial. “Umat muslim diwajibkan Zakat fitrah membayar sebelum pelaksanaan sholat ied, jika kita bayar sesudah sholat ied itu namanya sodakoh,” tuturnya.
Adapun selaku Bilal, Khatib, dan Imam pada sholat ied satu syawal 1432 H yakni Bilal Pristian hadi Putra, S.Pdi, Khatib Drs Horison, Imam Yusmadi.
Walau kapasitas masjid tidak dapat menampung seluruh warga yang ingin melaksanakan sholat ied, namun tidak menurunkan antusias warga untuk datang ke Masjid. Pelaksanaan sholat ied pun berjalan dengan khusuk.
Salah seorang jamaah Benni Adman mengatakan, setelah pelaksanaan sholat ied, warga desa koto majidin melaksanakan ziarah di pemakaman umum. “ini merupakan tradisi yang turun menurun dilaksanakan,” ucapnya. (andri adman)



