JAMBI, JG: Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan meminta kepada Gubernur Jambi untuk segera menentukan sikap atas rencana pembangunan jalan khusus atau pengerukan Sungai Batanghari. ''Segera putuskan. Pilih salah satu, pengerukan Sungai Batanghari atau jalan khusus. Tidak bisa kedua-duanya, pilih salah satu,'' kata Dahlan Iskan pada konvensi nasional media massa tentang potensi dan masa depan Provinsi Jambi, 8 Februari 212 di Abadi Convention Center.
Dikatakan Dahlan jangan sampai memutuskan antara dua pilihan jangan terlalu lama. ''Jangan lama-lama, segera putuskan. Jangan menimbang-menimbang, nanti menimbangnya jadi tiga tahun lagi,'' tegasnya. Menurut Dahlan, penerukan sungai dimungkinkan hanya memakan waktu 1,5 tahun. Selain itu biaya yang dikeluarkan juga terjangkau. Sementara, pembangunan jalan khusus diperkirakan paling cepat memakan 8 tahun dengan biaya cukup besar yakni Rp 6-7 triliun. “Tapi terserah gubernur, mau pilih mana. Yang terpenting segera diputuskan,” tegas Dahlan.
Dahlan menawarkan solusi lainnya dengan mensinergikan antara oengerukan dan jalan khusus. Yaitu membuat jalan khusus dari pertambangan hingga ke penampungan batubara seperti dari Sarolangun – Muarabulian. Selanjutnya diangkut melalui sungai hingga ke pelabuhan. Lalu sambungkan jalan itu hingga ke pelabuhan di Ujung Jabung.
Menanggapi pernytaan Dahlan Iskan, Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) menegaskan pihaknya memilih membuat jalan khusus. Alasan HBA pembangunan jalan lebih banyak mendatangkan manfaat dan berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jambi. “Jika harus memilih saya lebih memilih jalan khusus. Saat ini kita sudah membuat perusahan Swarna Dwipa yang akan mengerjakan jalan itu,” kata HBA.
Dijelaskan HBA, pembangunan jalan khusus berdasarkan masukan para investor yang banyak hendak berinvestasi di Jambi asalkan dibuatkan jalan khusus menuju ke pelabuhan. “Jika sungai masih bisa digunakan asalkan airnya tidak dangkal,” kata HBA.
Persoalannya, untuk membangun pelabuhan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ia berharap pemerintah pusat bisa membantu pembangunan pelabuhanyang dinilainya dapat meningkatkan ekonomi Jambi. Apalagi akses lokasi pelabuhan ini berdekatan dengan laut lepas yang bisa berdekatan dengan negara luar. Hadir pada acara tersebut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjug, Rektor Universtias Jambi Aulia Tasman. (desmon heryanto/andiri adman)



