A+ R A-

Kursus Wasit Sepakbola Kota Jambi Dibuka Oleh Wagub

Cetak PDF

IlustrasiJambiglobal : Jambi-Wakil Gubernur Jambi Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum membuka secara resmi kursus wasit sepakbola C-2 dan C-3 Pengcab PSSI kota Jambi, Selasa (7/2) bertempat di ruang Tembesu, LPMP provinsi Jambi. Dalam sambutannya Wagub menyatakan bahwa fungsi seorang wasit memiliki peran strategis terhadap berkualitas atau tidaknya sebuah pertandingan. Peserta yang berjumlah 30 orang ini tidak saja berasal dari provinsi Jambi tetapi juga dari berbagai wilayah di Sumatera diantaranya Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Aceh. Sedangkan dari Kabupaten/kota diikuti dari Merangin, Kerinci, Batanghari, bungi, Kota Jambi, Tanjab Timur, Tanjab Barat dan Sarolangun. Hadir pada acara ini Wakil Sekjen PSSI Pusat Hadi Andra, Ketua Pengda PSSI provinsi Jambi, Ketua Pencab PSSI kota Jambi, para Instruktur Sepakbola.

“Ketegasan dan kejelian wasit dalam memimpin sebuah pertandingan dapat menghasilkan pemenang dari sebuah team yang benar-benar kuat dan diakui kehebatannya oleh semua “bola maniak”. Tentu kita juga tidak menutup mata dalam sejarah sepakbola, banyak team-team kuat yang seharusnya menang, terpaksa menanggung kekalahan yang menyakitkan akibat ketidakjujuran dan keberpihakan wasit yang tidak pada tempatnya” ujar Wagub.

Menurut Wagub sebagai suatu tontonan, sepakbola diharapkan menyajikan suatu tontonan yang menarik. Untuk itu diperlukan suatu keterpaduan antara berbagai pihak yang terlibat di dalamnya, tidak hanya pemain, wasit pun merupakan salah satu bagian yang sangat penting di dalam tontonan.

“Sebagai suatu bagian yang sangat penting, seorang wasit diharapkan akan menjalankan fungsinya secara baik dan benar dengan selalu menjunjung tinggi rasa keadilan dan tanggung jawab terhadap diselenggarakannya pertandingan secara adil. Tentu dengan segala kendala yang dihadapi, akan tidka mudah seorang wasit menjalankan fungsinya”ungkapnya.

Ditambahkan Wagub bahwa tidak jarang wasit merupakan simpul yang mengakibatkan ketidakpuasan jalannya sebuah pertandingan baik yang dirasakan oleh pemain, ofisial, maupun penonton. “Oleh karenanya, untuk menjadi seorang wasit yang baik, maka paling tidak wasit haruslah memenuhi persyaratan baik dari aspek formal maupun psikologis” tambahnya.

Secara formal menurut Wagub, seorang wasit harus memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditentukan oleh induk organisasi, sementara secara psikologis, seorang wasit harus mencerminkan seseorang yang memiliki kemampuan dan jiwa kepemimpinan yang ditopang dengan kemampuan intelegensia, kematangan, kepribadian, kemampuan intelegensia, kematangan kepribadian, kemampuan penyesuaian diri, memiliki kepercayaan diri dan yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan dalam mengambil keputusan.

Sementara itu sebelumnya Wakil Sekjen PSSI Pusat Hadi Andra menyatakan bahwa saat ini sangat minim wasit yang berasal dari Sumatera khususnya dari Jambi. Kegiatan ini diharapkan dalam waktu enam bulan ke depan dapat memunculkan generasi wasit baru yang dapat memimpin di tingkat nasional.

“Para Wasit yang berasal dari Sumatera levelnya belum sampai ke tingkat nasional, hal ini disebabkan karena animo pemuda yang berada di Sumatera masih rendah,padahal jika dilihat dari segi pendapatan untuk 1 kali pertandingan saja mereka mendapatkan bayaran Rp 5 juta. Untuk itu dituntut profesionalisme dan dimulai dari kursus C2 dan C3 ini” jelas Sekjen.

Sementara itu Ketua Panitia kursus Nataluddin, SE,MSI mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM yang maksimal. “Dalam Sepakbola ada yang dinamakan perangkat dalam melaksanakan pertandingan yang resmi yaitu pengawas pertandingan, wasit, inspektur wasit, yang merupakan satu kesatuan dan kalau salah satu hilang maka hilang sifat resminya, untuk itu diperlukan kualitas SDM yang maksimal karena jika tidak dilatih akan menimbulkan kekacauan” jelas Nataluddin.(Jambiglobal/HMS/Mariaa/Foto:Novriansah)

noimage

( / Motor)
05-07-2012
noimage

( / Motor)
04-30-2012

Login

Register

*
*
*
*
*

* Field is required